Musisi Inggris Terima 17 Grammy Award HUT 70 Tahun Sting The Police

Musisi Inggris Terima 17 Grammy Award HUT 70 Tahun Sting The Police

03/10/2021 Off By thepolicJDFa

Musisi Inggris Terima 17 Grammy Award HUT 70 Tahun Sting The Police – Sting ataupun Gordon Matthew Thomas Sumner merupakan seseorang musisi serta bintang film asal Inggris. 2 Oktober 1951 merupakan hari balik tahunnya. Beliau salah satu badan band Police dari 1977 sampai 1984. Ia ialah pengarang lagu, biduan, serta dasar dikala sedang terletak di band. Dari tahun 1985, ia mengawali pekerjaan solonya.

thepolicemusic.com Sepanjang berkerja, Sting sudah menyambut 17 apresiasi Grammy. Bersama dengan band the Police, Sting jadi salah satu musisi terlaris. Diambil dari halaman UMusic, bagus pekerjaannya bersama Police ataupun solo, beliau sudah menjual sebesar 100 juta rekaman.

Baca Juga :  Fakta Menarik Band The Police Yang Belum Banyak Orang Tahu

Sting lahir di Wallsend, Northumberland, Inggris. Beliau ialah anak tertua dari pendamping suami istri Audrey Cowell serta Ernest Matthew Sumner. Ia berkembang di dekat galangan kapal, menolong bapaknya mengantar susu di dekat Wallsend. Dikala dewasa 10 tahun, Sting terobsesi dengan suatu gitar Spanyol yang dibiarkan seseorang sahabat bapaknya yang pindah.

Sting masuk sekolah St Cuthberts Grammar School di Newcastle. Ia kerap berangkat ke kelab malam semacam Club AGogo yang pengaruhi rasa sukanya kepada nada. Sehabis menuntaskan sekolahnya, beliau masuk ke University of Warwick, namun beliau pergi sehabis satu semester. Sehabis itu, beliau bertugas selaku kondektur bis, aparat pajak, serta pegawai gedung, beliau meneruskan pendidikannya Northern Counties College of Education serta lolos selaku guru.

Ia memperoleh julukan” Sting” sebab kebiasaannya menggunakan jumper gelap serta kuning dengan garis- garis melingkar dengan Phoenix Jazzmen, buatnya nampak semacam kumbang.

Sting jadi seseorang penggerak manusiawi pada September 1981 kala Martin Lewis mengajaknya ke pertemuan Amnesty International. Keikutsertaannya dengan Amnesty lalu bersinambung di dekat tahun 1980- an serta turut ikut serta dalam konser manusiawi yang diselenggarakan Amnesty. Salah satu lagunya,” Driven to Tears”, menceritakan mengenai ketertarikannya kepada permasalahan sosial serta politik paling utama hal kelaparan di bumi.

Sting menikahi seseorang bintang film bernama Frances Tomelty pada 1 Mei 1976 saat sebelum berpisah pada 1984. Dari perkawinan itu lahir putra putrinya, Joseph serta Fuchsia Katherine. Sehabis itu, beliau menikahi Trudie Styler. Dari perkawinan ini, beliau mempunyai 4 anak, Brigette Michael, Eliot Paulina, serta Giacomo Luke.

Sting sudah meluncurkan sebagian album hebat, antara lain The Dream of the Blue Turtles,… Nothing Like the Sun, The Soul Cages, serta album terakhir yang beliau luncurkan bertajuk The Bridge. Film yang sempat beliau perankan antara lain Quadrophenia( 1979), Dune( 1984), The Bride( 1985), The Adventures of Baron Munchausen( 1988), serta Saturday Night Live( 1991).

Sting serta tim The Police sudah membagikan warna musikal pada Sendi Rian. Tetapi begitu, musisi asal Bandung ini tidak seluruh ciptaannya menduplikasi musisi asal Inggris itu kala mengeluarkan singel terbarunya yang diberi kepala karangan Siasat.

“ Seluruh mengalir sedemikian itu saja. Aku menikmati tiap nada yang aku dengar. Kala perihal itu jadi influence aku, mengapa tidak,” ucap Sendi dalam keterangannya.

Sendi berterus terang pada era endemi, ambisinya buat berkarya jadi lebih besar. Tidak hanya mempersiapkan singel, musisi berumur 24 tahun ini pula telah mempunyai 10 lagu yang sedia buat dikemasnya jadi album.

“ Saat ini ini aku pula lagi aktif buat luncurkan luncurkan album. Tetapi singel Siasat ini malah tidak tercantum di album yang bermuatan 10

lagu kepala karangan albumnya Psikologis,” ucapnya.

Buat modul album, Sendi berterus terang deskripsi yang akan disampaikannya lebih terfokus mengenai dirinya. Berasal kala berumur 5 5 tahun, sampai ekspedisi hidupnya saat ini.“ Benang merahnya selaku solois. Dari drum, bass pula gitar aku matangkan serta garap sendiri,” tuturnya.

Walaupun sudah menguatkan jalur selaku solois tetapi Sendi pula terpikir buat menggarap aturan band bermuatan 3 orang seperti tim band The Police.

“ Sebenarnya

saya

musisi solo, cuma formatnya band. Jadi kala aku membutuhan additional pemain buat rekaman ataupun pentas, banyak kawan yang sedia mensupport aku,” ucap Sendi.