The Police’s Andy Summers Dan Eksperimen Sonik

The Police’s Andy Summers Dan Eksperimen Sonik

26/10/2021 Off By thepolicJDFa

The Police’s Andy Summers Dan Eksprimen Sonik – Sepanjang bulan- bulan masa panas tahun 1977, Polisi tidak semacam band rock tidak diketahui yang lain di bumi. 3 badan– bassis- penyanyi Sting, drummer Stewart Copeland, serta badan terkini mereka, gitaris Andy Summers– seluruhnya ambruk, hendak menggalang antusias mereka dengan memberi mimpi jadi bintang.

The Police’s Andy Summers Dan Eksperimen SonikThe Police's Andy Summers Dan Eksperimen Sonik

 

thepolicemusic.com “ Kita hendak duduk- duduk serta mengatakan, Sesuatu hari, kita hendak jadi sebesar The Beatles,” melamun Summers.“ Tiap band mengatakannya. Pasti saja, tidak terdapat band yang dapat semacam The Beatles– mereka merupakan kejadian yang tidak hendak sempat terulang– namun seperti itu yang senantiasa di idamkan oleh para musisi kediaman atas. Tetapi gimana Kamu dapat hingga di situ? Kita tidak mempunyai petunjuk.” Ia tersimpul.

Baca Juga :  43 Tahun Lalu Band Dari Inggris, The Police Mendunia

“ Kita mempunyai sebagian perihal buat diri kita sendiri, aku duga: kita merupakan banyak orang yang nampak bagus, serta kita mempunyai bentuk sebentuk dengan rambut blonda serta seluruh itu. Terdapat kebugaran buat itu. Tetapi pada kesimpulannya, itu betul- betul bermuara pada lagu- lagunya. Seperti itu yang bawa kita melampaui batasan.”

Pada tahun 1981, bumi terletak di dasar kaki Polisi. 3 album awal mereka– Outlandos dAmour tahun 1978, Regatta de Blanc tahun 1979 serta Zenyatta Mondatta tahun 1980– berhasil besar.

Pemirsa serta komentator bersama suka dengan paduan berseni band dari irama reggae serta tenaga punk- rock yang memantapkan, seluruhnya di informasikan dengan tipe nada yang berani serta virtuosic yang tidak bisa dihampiri oleh mayoritas waver terkini. Serta memanglah terdapat lagu- lagunya: Roxanne, So Lonely, Cant Stand Losing You, Message in a Bottle, Walking on the Moon, The Beds Too Big Without You, Dont Stand So Close to Me, Driven to Tears, De Do Do Do, De Da Da Da– tiap- tiap ialah masterclass dalam kemampuan pop yang mendiami pucuk tangga lagu.

Band yang serupa yang mengatakan diri mereka Polisi pada dikala mereka tidak dapat dibekuk saat ini memanen hasil yang tidak terbatas, memindahkan jutaan bagian serta memainkan bertepatan pada yang terjual habis di arena di semua bumi.

“ Dalam banyak perihal, ini merupakan narasi klasik,” tutur Summers.“ Kita berpindah dari tidak mempunyai apa- apa– kala kita mengawali, kita wajib mendesak van kita sebab kita tidak sanggup membeli gasolin di London– jadi populer di bumi.

“ Kita mempunyai limusin, penginapan bintang 5, serta chef individu. Sepanjang itu seluruh terjalin, serta seberapa kilat itu terjalin, kita kira- kira kaget dengan itu seluruh. Seluruhnya tidak dapat diyakini, serta aku duga itu membelokkan alat kita hendak realitas.”

Dengan keberhasilan mereka, pada kesimpulannya, datanglah suatu yang terkini yang tidak terpikirkan oleh para badan band: titik berat. Tiap kemenangan terkini tiba dengan penuh dengan prasaran yang tidak mengasyikkan( namun tidak bisa dihindarkan) bagus meniupnya ataupun melampauinya, serta band ini merasakan bobot ini bagus dengan cara dalam ataupun eksternal.

“ Buat sedangkan durasi, itu nampak lebih besar dari kita bertiga,” melamun Summers.“ Seakan semua pabrik nada memercayakan kita bertiga buat mendukungnya. Kita pergi dari durasi yang amat memasygulkan di Inggris, serta kita membuat orang kembali ke gerai. Rasanya semacam lampu dihidupkan serta banyak orang membeli kaset lagi. Jadi sedangkan seluruh orang terletak di balik kita, mereka pula memencet kita.” Ia tersimpul serta meningkatkan,“ Di bagian lain, kita betul- betul menyukainya. Amat mengasyikkan terletak di posisi itu.”

Buat tahap berikutnya, Polisi merespons dengan metode yang tidak umum, beresiko, serta nyaris kejam. Album keempat mereka, Ghost in the Machine, hendak jadi buatan yang lebih hitam dari pendahulunya, lebih lingkungan serta kurang nyata. Ini pula hendak men catat awal kalinya band bertugas dengan co- produser Hugh Padgham( populer sebab suara drumnya yang terpelihara keamanannya pada rekaman oleh Peter Gabriel serta Phil Collins), yang bersikukuh merekam badan band di ruangan terpisah, pergantian mencolok dalam metode mereka umumnya. bawah yang dilacak.

Bisa jadi tanpa diketahui, pengasingan sejenis itu menyebar ke banyak tema serta poin yang dieksplorasi Sting dalam liriknya, mengutip gagasan dari novel Arthur Koestler tahun 1967, The Ghost in the Machine, yang menyelidiki keterasingan, arsitektur pikiran- tubuh, serta watak orang serta ikatan beramai- ramai.

Dengan dispensasi hit radio yang tidak terbantahkan, Every Little Thing She Do is Magic( yang sudah ditulis Sting pada tahun 1976), rekaman itu tidak mempunyai permen kuping yang gampang disingkirkan, serta beberapa besar, band ini membuang nada reggae yang sudah membuat alas suara khas mereka yang mensupport vamp jazz- rock yang buas serta nyaris rancu.

Lenyap pula, bogem mentah keras, power- trio yang tidak sering, yang amat tergantung pada pemakaian chorus serta dayung dengung Summers yang imajinatif. Banyak dari lagu- lagu terkini lebih padat serta lebih keras, semacam pembuka set yang menghipnotis, Spirits in the Material World, serta visi Belfast yang diterpa perang, Invisible Sun, dengan banyak suara dibentuk di dekat ketertarikan Sting yang bertumbuh dengan synthesizer( serta sebagian lagu diperlihatkan, yang membuat Summers kecewa, vokalis band memainkan alto sax).

“ Terdapat banyak penelitian, namun dengan cara berseni, kita wajib melaksanakan apa yang kita jalani,” tutur Summers.“ Apa yang kita coba jauhi, paling utama di tingkat kita, cumalah klise yang berterus terang. Kenapa Kamu tidak membuat hit lain semacam yang terakhir? Ini merupakan karakter khas industri rekaman, namun terdapat lebih banyak perihal yang terjalin dengan kita bertiga dari itu.

Ghost in the Machine dapat saja jadi tahap awal edan yang karam semacam batu, namun sehabis diluncurkan pada masa gugur 1981, album itu melesat ke pucuk tangga album Inggris serta menggapai no 2 di Amerika( di mana kesimpulannya terjual lebih dari 3 album). juta eksemplar).